Kamis, 10 Desember 2009

Perjalanan Spiritual

Saudaraku...

Yok... kita jalan. Sebenarnya perjalanan keliling dunia itu mudah saja. Dalam perjalanan itu apa saja bisa kita temui. Pada akhirnya kita menemukan diri kita sendiri. Lakukan perjalanan itu pada malam hari. Iya... sahabatku. Bisa menembus batas negeri manapun. Bisa kita negeri ke Saba sampai ke negeri Sulaiman. Bahkan bisa kita ikuti jejak Khaidir dan Iskandar Zulkarnain ataupun Khaidir dan Musa. Maka benarlah keajaiban Isra dan Mi'raj itu. Ajaib memang. Maka harus kita melewati perjalanan ini dengan bekal yang cukup. Khawatirnya kita harus berpisah seperti Khaidir dan Musa. Apa pasal? Atau Khaidir yang mendapat air kehidupan sedangkan Iskandar Zulkarnain hanya memiliki nama besar yang akan menguasai dunia. Sesuatu yang hilang adalah di mana tempat perpisahan Khaidir dan Musa dan di mana perjalanan akhir Khaidir dan Iskandar Zulkarnain. Oh.. rupanya kita harus cukup bekal dalam perjalanan ini. Lalu apa yang kita lakukan pada saat perjalanan thawaf. Thawaf sampai pada titik maksimal yaitu pada putaran yang ke tujuh. Adakah bekal yang dibawa pada saat itu? Bukan bekal yang kita isi dalam bag dari tanah air itu. Bukan. Lalu apa. Ya, itu... yang ditanya Khaidir kepada Kalijaga di Laut Jawa. Bahwa engkau ke Mekkah itu untuk apa. Karena Batitullah itu ada pada kamu. Pertemuan mereke dan pembicaraan spiritual mereka sangat santun layaknya antara seorang kakek dan seorang cucu. Walhasil Kalijaga menjadi seorang spiritualist sejati. Dalam perjalanan itu akan ditemui hal-hal, kejadian-kejadian, orang-orang dan suasana-suasana yang menakjubkan. Sebenarnya itupun tak perlu kita khawatir karena ada pada kita sendiri.
Maka ketika Musa pingsan di bukit Thursina saya yakin dia juga sudah pergi melewati sebuah perjalanan yang jau. Demikian juga Kalijaga yang duduk saja menjaga tongkat juga sudah berjalan ke mana-mana. Kalau mereka tidak berjalan mengapa mereka banyak tahu? Memang duduk dan pingsan itu suatu keadaan jasadi tetapi keberadaan kita diliputi oleh unsur spiritual. Ini kodrati yang harus dibuka. Supaya bekal kita menjadi cukup. Tenaga kita menjadi stabil dan tujuan kita tidak dibelokkan oleh angin dan badai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar